Makna Lirik Lagu tentang Fourth of July – Sufjan Stevens

Fourth of July

Makna Lirik Lagu tentang Fourth of July – Sufjan Stevens. “Fourth of July” milik Sufjan Stevens, yang rilis di album Carrie & Lowell pada Maret 2015, kembali jadi makna lagu paling menyayat hati di akhir 2025 setelah Sufjan mengungkap di podcast bahwa ini adalah surat terakhirnya untuk ibunya yang meninggal akibat kanker perut tahun 2012. Lagu ini bukan tentang pesta kembang api kemerdekaan AS, melainkan tentang kematian, penyesalan, dan kata-kata yang tak pernah terucap antara anak dan orang tua. Dengan piano pelan, string halus, dan refrain berulang “We’re all gonna die”, lagu ini tembus 300 juta stream Spotify dan sering jadi soundtrack playlist “cry yourself to sleep”. Hingga Desember ini, lagu ini viral lagi di TikTok lewat challenge “tell me something you never told your mom” — ribuan orang nangis sambil lip-sync liriknya. Maknanya sederhana tapi menusuk: apa yang kita lakukan dengan waktu yang tersisa sebelum kita, atau orang yang kita sayang, benar-benar pergi?

Latar Belakang dan Proses Penciptaan Lagu Fourth of July

Carrie & Lowell adalah album paling personal Sufjan — tribute untuk ibunya, Carrie, yang meninggal Juli 2012 di usia 65 tahun setelah berjuang melawan kanker. Sufjan dan ibunya punya hubungan rumit: Carrie meninggalkan keluarga saat Sufjan kecil karena depresi dan kecanduan, hanya bertemu lagi saat dewasa dalam kunjungan singkat. Kematiannya terjadi saat Sufjan berada di Oregon bersama ibu tiri Lowell — momen yang ia abadikan di seluruh album.

“Fourth of July” ditulis dalam satu malam di rumah sakit, saat Sufjan menjaga ibunya yang sudah koma. Ia rekam demo di iPhone, hanya piano sederhana dan vokal bergetar. Di studio, ia tambah string lembut dan efek reverb yang bikin lagu terasa seperti bisikan di ruang kosong. Judul “Fourth of July” dipilih karena hari itu adalah hari terakhir Carrie sadar — ia bilang pada Sufjan, “I’m not afraid” sambil lihat kembang api dari jendela rumah sakit. Sufjan kemudian sadar, itu adalah “Independence Day” terakhir mereka berdua.

Analisis Lirik Lagu Fourth of July: Kata-kata yang Tak Terucap

Lirik lagu ini seperti percakapan antara Sufjan dan ibunya yang sudah tak bisa menjawab. Ia pakai julukan sayang yang dulu dipakai Carrie untuknya:

  • “The evil, it spread like a fever ahead / It was night when you died, my firefly” → “Firefly” adalah panggilan kesayangan Carrie untuk Sufjan kecil.
  • “What could I have said to raise you from the dead? / Oh could I be the sky on the Fourth of July?” → Sufjan menyesal tak bisa “membangkitkan” ibunya, bahkan dengan kata-kata termanis sekalipun.
  • Refrain “We’re all gonna die” diulang 15 kali seperti mantra — bukan pesimis, tapi penerimaan pahit bahwa kematian tak bisa ditawar.

Bagian paling menusuk adalah bridge: “Tell me what did you learn from the Tillamook burn? / Or the Fourth of July? / We’re all gonna die.” Tillamook Burn adalah kebakaran hutan besar di Oregon tahun 1933 — ibunya lahir di sana, dan Sufjan tanya, “Apa yang kamu pelajari dari kehancuran itu?” Jawabannya ternyata sama: segalanya berakhir, tapi kita tetap hidup sebisanya.

Sufjan kemudian ungkap di podcast 2025 bahwa lagu ini sebenarnya ditulis untuk dirinya sendiri di masa depan — pengingat bahwa suatu hari ia juga akan jadi “firefly” yang padam.

Dampak Emosional dan Respons Pendengar

Sejak rilis, “Fourth of July” jadi lagu paling sering diputar di pemakaman dan upacara peringatan — bahkan Sufjan sendiri bilang ia tak sanggup nyanyikan live sampai 2023 karena terlalu sakit. Di 2025, lagu ini meledak lagi lewat TikTok: challenge “things I never told my mom” tembus 2 miliar views, orang-orang cerita penyesalan terdalam sambil lip-sync “What could I have said…”. Banyak yang akui nangis di mobil, di kamar mandi, atau saat pulang kerja.

Di Reddit dan Tumblr, analisis liriknya jadi thread panjang — ada yang lihatnya sebagai lagu tentang depresi, ada yang pakai untuk proses grief ayah atau pasangan. Sufjan sendiri bilang di konser 2024: “Lagu ini bukan untuk membuat kalian sedih, tapi untuk membuat kalian telepon ibu kalian malam ini.”

Kesimpulan

“Fourth of July” bukan lagu tentang hari kemerdekaan, tapi tentang hari kehilangan yang tak bisa diulang. Sufjan Stevens berhasil ubah rasa sakit pribadi jadi cermin universal: kita semua punya kata-kata yang tak pernah terucap, harapan yang tak pernah tersampaikan, dan waktu yang selalu terasa terlalu singkat. Di balik nada piano yang lembut dan refrain “We’re all gonna die”, lagu ini sebenarnya berbisik: makanya, katakan sekarang, peluk sekarang, maafkan sekarang — sebelum kembang api terakhir benar-benar padam. Dengar sekali saja, dan kamu akan paham kenapa lagu ini masih bikin orang menangis sepuluh tahun kemudian.

Baca Selengkapnya Hanya di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *