Makna Lagu Unholy – Sam Smith. Lagu Unholy dari Sam Smith berkolaborasi dengan Kim Petras menjadi salah satu hits paling fenomenal dalam beberapa tahun terakhir. Dirilis sebagai single utama dari album Gloria, lagu ini langsung viral berkat beat electropop yang catchy dan lirik provokatif. Makna di baliknya tidak hanya sekadar hiburan dansa, tapi juga menyentuh tema perselingkuhan, rahasia keluarga, dan pembebasan diri dari beban orang lain. Saat ini, Unholy masih sering dibahas karena berhasil menggabungkan elemen sensual dengan kritik sosial yang tajam, membuatnya relevan di era musik pop modern. BERITA OLAHRAGA
Narasi Perselingkuhan dan Hipokrasi: Makna Lagu Unholy – Sam Smith
Inti makna Unholy terletak pada cerita seorang ayah keluarga yang menjalani kehidupan ganda. Lirik menggambarkan seorang pria yang diam-diam berselingkuh di tempat rahasia, sementara istri dan anak-anaknya tidak tahu apa-apa. Frasa ikonik “Mummy don’t know daddy’s getting hot at the body shop, doing something unholy” mengacu pada klub telanjang terkenal di Los Angeles, simbol tempat di mana ia melakukan hal-hal terlarang. Narator, yang seolah tahu rahasia ini, mengkritik pria tersebut sebagai “dirty boy” yang tidak bisa menjaga rahasianya tetap bersih. Tema ini menyoroti hipokrasi dalam kehidupan pernikahan tradisional, di mana tampilan luar sempurna menyembunyikan pengkhianatan dalam. Lagu tidak merayakan perselingkuhan, melainkan mengeksposnya dengan nada sinis dan penuh gosip.
Elemen Pembebasan Diri dan Queer Joy: Makna Lagu Unholy – Sam Smith
Di balik narasi perselingkuhan, Unholy juga mencerminkan perjalanan pribadi Sam Smith menuju pembebasan emosional dan seksual. Lagu ini digambarkan sebagai bentuk pelepasan dari rahasia orang lain yang membebani, sekaligus eksplorasi kegembiraan queer yang sering dianggap berbahaya. Bagian verse Kim Petras, yang berperan sebagai pihak selingkuh, menambahkan lapisan humor dan kekuatan dengan menyebut barang-barang mewah seperti Fendi dan Balenciaga. Ini menggambarkan dinamika sugar daddy yang tidak malu-malu, tapi tetap dalam konteks kritik terhadap pria yang tidak setia. Bagi Smith, lagu ini seperti eksorsisme—proses katarsis untuk merangkul identitas autentik tanpa aturan kaku, menjauh dari ballad sedih khasnya menuju suara yang lebih bebas dan berani.
Kontroversi dan Dampak Budaya
Unholy tidak lepas dari kontroversi, terutama saat penampilan live di Grammy Awards dengan tema merah dan elemen setan yang dianggap provokatif oleh sebagian kalangan. Banyak yang menafsirkan visual ini sebagai simbol pemberontakan terhadap norma tradisional, sementara yang lain melihatnya sebagai kritik terhadap kemunafikan moral. Lagu ini berhasil menjadi nomor satu di berbagai chart global, sekaligus memenangkan penghargaan bergengsi, membuktikan daya tariknya melampaui perdebatan. Maknanya yang multilayer—dari pengkhianatan rumah tangga hingga perayaan identitas diri—membuat Unholy lebih dari sekadar lagu dansa, tapi juga cerminan masyarakat yang penuh rahasia dan keinginan tersembunyi.
Kesimpulan
Makna lagu Unholy dari Sam Smith terletak pada perpaduan cerdas antara kritik terhadap perselingkuhan dan hipokrasi dengan tema pembebasan diri yang mendalam. Liriknya menyindir pria yang tidak setia sambil mengeksplorasi kegembiraan dalam menghadapi tabu, menciptakan lagu yang provokatif tapi relatable. Kontroversinya justru memperkuat pesan bahwa rahasia dan norma sering kali bertabrakan dengan keinginan manusiawi. Pada akhirnya, Unholy mengajak pendengar untuk merenungkan sisi gelap kehidupan sehari-hari, sekaligus merayakan kebebasan ekspresi dalam musik pop kontemporer. Lagu ini tetap abadi karena berhasil menyentuh isu universal dengan cara yang segar dan tak terduga.