Makna Lagu Girls – The 1975

makna-lagu-girls-the-1975

Makna Lagu Girls – The 1975. Dirilis pada 2013 sebagai single kedua dari album debut self-titled mereka, “Girls” langsung menjadi anthem generasi muda yang penuh kontradiksi. Dengan riff gitar yang catchy, video klip penuh warna pastel, dan lirik yang terdengar ringan, lagu ini sering disalahartikan sebagai ode untuk cinta remaja biasa. Padahal, di balik nada ceria itu, frontman Matty Healy sedang mengolok-olok obsesi budaya pop terhadap hubungan yang dangkal dan berbasis nafsu semata. INFO CASINO

Lirik yang Penuh Sindiran: Makna Lagu Girls – The 1975

Kalimat pembuka “They’re just girls breaking hearts” langsung menetapkan nada sinis. Matty menggambarkan seorang pria yang terpikat oleh daya tarik fisik semata, tanpa peduli kepribadian atau konsekuensi emosional. Baris “Bite your face to spite your nose” adalah ungkapan klasik Inggris yang artinya melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri hanya untuk membuktikan ego, persis seperti mengejar hubungan toksik hanya karena “dia cantik”.

Refrain “A pair of frozen hands to hold” semakin menusuk: dia tahu hubungan ini dingin dan mati, tapi tetap bertahan karena hasrat sesaat. Lagu ini seolah-olah mengkritik budaya hookup yang mulai menjamur di awal 2010-an, di mana orang lebih mementingkan penampilan dan kepuasan instan daripada koneksi yang nyata.

Video Klip sebagai Penegas Makna: Makna Lagu Girls – The 1975

Video klip “Girls” sengaja dibuat mirip estetika boyband akhir 90-an sampai awal 2000-an: warna mencolok, gerakan dansa norak, dan imaji seksi yang berlebihan. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Matty pernah mengatakan bahwa mereka ingin lagu ini terlihat “murahan” secara sengaja, supaya orang yang hanya mendengar sekilas akan menganggapnya sebagai lagu pop biasa, padahal isinya justru menertawakan stereotip tersebut.

Perspektif Matty Healy tentang Cinta Muda

Di usia 24 tahun saat lagu ini ditulis, Matty sedang berada di tengah-tengah kehidupan tur yang penuh godaan. “Girls” adalah cerminan pengalamannya melihat teman-teman dan dirinya sendiri terjebak dalam pola hubungan yang berulang: tertarik secara fisik, cepat bosan, lalu pindah ke yang berikutnya. Ia tidak sedang merayakan pola itu, melainkan mengolok-olok betapa konyolnya kita semua sering terjebak di situ.

Lagu ini juga menjadi semacam pernyataan bahwa band ini tidak ingin jadi “band indie yang terlalu serius”. Mereka ingin bicara tentang hal-hal ringan dan bodoh dalam hidup, tapi tetap dengan lapisan makna yang dalam, sesuatu yang kemudian menjadi ciri khas mereka sampai sekarang.

Kesimpulan

“Girls” adalah lagu tentang ketidakdewasaan emosional yang dibungkus dalam kemasan pop paling manis. Di permukaan, ini terdengar seperti anthem pesta remaja. Tapi kalau kamu benar-benar mendengarkan, lagu ini sedang menertawakan kita semua yang pernah (atau masih) mengejar hubungan hanya karena “dia cantik” atau “dia populer”, tanpa pernah benar-benar bertanya apa yang kita cari dari cinta. Lebih dari satu dekade kemudian, “Girls” tetap relevan karena pola yang dikritiknya belum benar-benar hilang, malah semakin diperkuat oleh aplikasi kencan dan budaya swipe-right. Intinya satu: kadang kita semua memang cuma “just girls” (dan boys) yang belum belajar cara mencintai dengan benar.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *