Review Makna Lagu as it was: perjuangan menerima perubahan. Lagu “As It Was” dari Harry Styles, yang dirilis pada 31 Maret 2022 sebagai lead single dari album ketiganya Harry’s House, tetap menjadi salah satu karya paling resonan di era musik pop 2020-an. Di awal 2026 ini, lagu tersebut masih sering menduduki posisi tinggi di playlist nostalgia dan chart all-time streaming, dengan lebih dari 3,5 miliar stream di Spotify dan status sebagai salah satu lagu terlaris dekade itu. Dengan ritme synth-pop yang ringan namun penuh nostalgia, gitar funky yang catchy, dan vokal Harry yang penuh kerentanan, track ini menggambarkan perjuangan menerima perubahan: kehilangan keseimbangan lama, rasa takut terhadap masa depan yang tak pasti, dan upaya untuk tetap berdiri di tengah arus hidup yang terus berubah. Review ini mengupas makna mendalam di baliknya sebagai refleksi jujur tentang transisi hidup, di mana “nothing’s the same as it was” bukan sekadar keluhan, melainkan panggilan untuk maju meski dengan langkah ragu. MAKNA LAGU
Latar Belakang Rilis dan Konteks Pribadi Lagu as it was: Review Makna Lagu as it was: perjuangan menerima perubahan
Harry Styles merilis “As It Was” setelah hiatus panjang pasca-album Fine Line (2019) dan di tengah perubahan besar dalam hidupnya: akhir hubungan jangka panjang, tekanan ketenaran yang semakin intens, serta pencarian identitas baru sebagai artis solo yang lebih matang. Lagu ini diproduksi bersama Tyler Johnson dan Kid Harpoon, dengan inspirasi dari synth-pop 80-an seperti New Order dan The Cure, ditambah elemen disco ringan yang membuatnya terasa segar sekaligus melankolis.
Video musiknya ikonik: Harry menari sendirian di atas atap, berlari di lorong, dan berinteraksi dengan bayangan dirinya sendiri—simbol perjuangan internal dan penerimaan diri di tengah perubahan. Rilisnya langsung meledak: debut nomor satu di Billboard Hot 100 selama 15 minggu non-konsekutif (rekor terlama untuk artis solo pria Inggris), nomor satu di lebih dari 30 negara, dan jadi lagu terlaris 2022 secara global. Penampilan live di Coachella, Grammy, dan tur Love On Tour makin memperkuat pesannya. Di 2026, lagu ini tetap jadi highlight konser Harry dan sering muncul dalam diskusi tentang mental health pasca-pandemi.
Analisis Makna Lirik Lagu as it was: Perjuangan Menerima Perubahan
Lirik “As It Was” dibuka dengan baris yang langsung menyentuh: “Come on, Harry, we wanna say goodnight to you” — seperti suara dari luar yang mendesak, tapi Harry menjawab “Holdin’ me back / Gravity’s holdin’ me back” yang menyiratkan beban berat yang menahan langkah. Chorus utama “In this world, it’s just us / You know it’s not the same as it was” menjadi inti lagu: pengakuan bahwa segala sesuatu telah berubah—hubungan, prioritas, bahkan diri sendiri—dan tak ada jalan kembali ke “dulu”.
Baris “Answer the phone / ‘Harry, you’re no good alone'” menggambarkan tekanan eksternal dan internal untuk tetap terhubung, tapi juga rasa kesepian yang menyusup. Ada elemen kerinduan dan penyesalan: “I want you to hold out the palm of your hand / Why don’t we leave it at that?” menunjukkan keinginan untuk sederhana lagi, tapi realitas memaksa maju. Bridge yang berulang “Nothing’s the same as it was” bukan keluhan pasif; ia adalah pengakuan aktif bahwa perubahan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup, dan perjuangan terbesar adalah menerimanya tanpa melawan.
Harry sendiri pernah menyebut lagu ini tentang “feeling lost but trying to find your way”, mencerminkan transisi dari masa muda ke dewasa, dari hubungan lama ke kebebasan baru, dan dari pandemi yang mengubah dunia. Metafor “gravity” melambangkan tarikan masa lalu yang kuat, tapi lagu ini akhirnya optimis: meski berat, kita tetap harus bergerak maju, menari meski sendirian.
Dampak Jangka Panjang dan Relevansi di 2026
“As It Was” bukan hanya hit komersial; ia jadi anthem transisi bagi jutaan orang. Dominasi chart selama pandemi membuatnya soundtrack bagi mereka yang merasakan perubahan besar—kehilangan pekerjaan, putus hubungan, atau perubahan identitas. Lagu ini memenangkan Grammy nomination, BRIT Awards, dan terus bertahan di daftar lagu paling banyak diputar sepanjang masa.
Di 2026, dengan dunia yang masih beradaptasi pasca-pandemi dan isu kesehatan mental yang semakin terbuka, pesan menerima perubahan tetap relevan. Banyak pendengar bilang lagu ini seperti pengingat lembut: hidup tak akan kembali seperti dulu, tapi itu bukan akhir—itu awal dari sesuatu yang baru. Harry sendiri telah berkembang dengan proyek baru, tapi “As It Was” tetap jadi momen penting dalam karirnya, membuktikan bahwa kerentanan bisa jadi kekuatan terbesar.
Kesimpulan: Review Makna Lagu as it was: perjuangan menerima perubahan
“As It Was” dari Harry Styles adalah refleksi jujur tentang perjuangan menerima perubahan: dari beban masa lalu yang menahan, kerinduan akan “dulu” yang hilang, hingga keberanian untuk melangkah maju meski ragu. Dengan produksi synth-pop yang ceria namun lirik yang dalam, lagu ini tak hanya mendominasi chart tapi juga menemani jutaan orang melalui masa transisi hidup. Di tengah dunia yang terus berubah cepat, pesannya tetap sederhana namun kuat: nothing’s the same as it was, dan itu baik-baik saja—karena dalam penerimaan itulah kita menemukan ruang untuk tumbuh. Harry telah menciptakan anthem abadi yang mengingatkan kita untuk terus menari, meski gravitasi masa lalu masih menarik ke belakang.